IV. MENGENAL FOREX CHART
Chart atau
Grafik. Dapat dikatakan bahwa grafik menceritakan sejarah pergerakan harga dari
waktu ke waktu. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, seorang analis teknikal percaya bahwa sejarah pergerakan memiliki
kecenderungan untuk berulang. Inilah yang banyak diteliti untuk memprediksi
pergerakan yang akan terjadi.
Ada 3 macam grafik yang biasanya digunakan, yaitu:
1. Line Chart
2. Bar Chart
3. Candle Stick
LINE CHART
Line Chart adalah jenis grafik yang paling sederhana. Garis dalam grafik
menghubungkan harga penutupan setiap sesi perdagangan. Secara lebih jelas dapat
dilihat melalui gambar berikut.
BAR CHART
Sebuah bar chart sedikit lebih kompleks. Ini
menunjukkan harga pembukaan dan penutupan, serta tinggi dan rendah. Bagian
bawah bar vertikal menunjukkan harga terendah yang diperdagangkan dalam suatu
jangka waktu, sedangkan bagian atas bar menunjukkan harga tertinggi.
Bar vertikal itu sendiri menunjukkan rentang
perdagangan pasangan mata uang secara keseluruhan.
Hash horizontal di sisi kiri bar adalah harga
pembukaan, dan sisi kanan hash horizontal adalah harga penutupan.
Berikut adalah contoh dari bar chart untuk
EUR / USD:
Satu bar menunjukkan satu segmen waktu,
apakah itu satu hari, satu minggu, atau satu jam.
grafik bar juga disebut chart “OHLC”, karena
mereka menunjukkan pembukaan, Tinggi, Rendah, dan penutupan suatu mata uang
tertentu. Berikut adalah contoh sebuah bar :
Buka: Garis horizontal kecil di sebelah kiri
adalah harga pembukaan
Tinggi: Bagian atas garis vertikal
mendefinisikan harga tertinggi pada periode waktu
Rendah: Bagian bawah garis vertikal
mendefinisikan harga terendah pada periode waktu
Tutup: Garis horizontal kecil di sebelah
kanan adalah harga penutupan
CANDLE STICK
CHART
Grafik candlestick adalah grafik yg paling
populer digunakan saat ini. Disarankan untuk menguasai dengan cukup baik tentang grafik ini. Kita
mulai dengan mengenal, membaca, dan mengartikan grafik candlestick. Diharapkan
setelah membaca artikel ini, Anda akan merasakan manfaat dan keuntungan dalam menggunakan grafik candlestick. Grafik candlestick = grafik lilin, lahir
di Jepang. Kapan ? tidak ada yg
tau persisnya, namun saat itu di jepang telah ada sekolah-sekolah lama yang
mengajarkan analisa teknis untuk perdangan beras.
Hingga suatu saat seorang barat bernama 'Steve
Nison' menemukan dan pertama kali mengenal rahasia teknik jepang ini dari
kenalannya sesama broker Jepang. Sejak saat itu Steve menjadi terobsesi dengan
teknik ini, dia mulai mempelajari, meneliti, menulis, dan perlahan mulai tumbuh
populer di sekitar tahun 90 an. Singkat cerita, kita patut berterima kasih
kepada Steve Nison(Mr Candlesticks)
Dalam sebuah grafik candlestik/grafik lilin, mengandung
informasi : harga pembukaan(Open), harga penutupan(Close), serta dinamika
pergerakan harga(High/Tertinggi - Low/Terendah). Bagian bawah menunjukan harga terendah(lower shadow),
sementara bagian atas adalah harga tertinggi(Upper shadow).
Dalam grafik lilin bagian tengah terdapat sebuah
kotak. Kotak ini akan diberi warna dimana akan menandakan bahwa harga naik atau
turun. Bila kotak tidak berwana/putih, menandakan harga
naik, sedangkan bila kotak berwana
hitam menandakan harga turun.
Lihat gambar dibawah ini.

Harga naik apabila harga penutupan > harga
pembukaan. Dan harga turun apabila harga penutupan <
harga pembukaan. Disini kita melihat pasti ada jeda
waktu antara harga pembukaan dan penutupan, jeda ini sering disebut dengan Time
Frame. Dan bisa diatur sesuai keinginan kita, seperti 5 menit, 10 menit, 15
menit, 1 jam, 1 hari, ataupun 1 bulan.
Penggunaan candlestick chart lebih mempermudah pengamatan harga bila
dibandingkan dengan Bar Chart tentunya dan Trader dapat dengan mudah membedakan
pergerakan naik atau turun dan juga dalam menentukan harga tertinggi dan
terendah.
Keuntungan penggunaan candlestick chart.
- Lebih mudah
digunakan.
- Memiliki pola
dengan nama-nama yang unik.
- Candlestick
chart sangat bagus untuk mengenali pergantian trend dari trend naik ke
trend turun atau sebaliknya.
NB:
Perlu ada pahami, dalam 1 bar dalam bar chart ataupun candlestick chart
merupakan kumpulan pergerakan harga berdasarkan TimeFrame tertentu. Sebagai
contoh, pada time frame 5 menit, 1 bar mewakili pergerakan selama 5 menit
tersebut. Demikian juga dengan TimeFrame yang lain.
Mengenal Arti Grafik Candlestick
Alasan utama orang menggunakan candlestick,
adalah selain hanya menunjukkan harga, juga menyimpan informasi Analisa/pasar.
Baik mari kita pelajari dari yg paling sederhana.
Long body : menunjukkan
adanya minat yang sangat kuat untuk membeli atau menjualatau bisa juga menunjukkan banyak sekali aktivitas transaksi.
Semakin panjang ukuran body berarti minat semakin kuat.
Short body: badan pendek
menunjukkan sedikit aktivitas membeli atau menjual. Merupakan kebalikan dari Long body.
Apabila Long body berwarna
putih, ini berarti terjadi banyak aktifitas pembelian dari para trader. Sedangkan jika berwarna hitam, berarti banyak aktifitas penjualan.
Dibagian atas dan bawah biasanya ada
bayangan(shadow) memberikan petunjuk pergerakan harga selama periode tersebut.
Sampai saat ini grafik
candlestick telah dipetakan menjadi puluhan model konfigurasi, dimana
masing-masing model/pola tersebut, memiliki maksud sendiri-sendiri pula.
POLA
DASAR GRAFIK CANDLESTIK
1. Spinning Tops
pola ini memiliki panjang shadow yg sama antara atas dan bawah. Menunjukkan adanyaketidakpastian antara pembeli dan penjual.

2. Marubozu
Pola ini hanya terdiri kotak/badan saja, tanpa memiliki shadow/bayangan.Bila berwarna putih, maka ini menunjukan tren naik(bulish) yang sangat kuat sekali. Bila berwarna hitam, maka ini menunjukan tren turun(bearish) yang sangat kuat sekali.
3. Doji
Pola ini terjadi karena harga open/close sama atau hampir sama, sehingga pada grafik biasanya badan hanya akan berupa garis tipis. Pola ini memberikan petunjuk ketidakpastian antara pembeli dan penjual.Model-model pola Doji:
Biasanya jika muncul pola ini, trader akan melihat pola sebelumnya untuk dirangkaikan atau digunakan sebagai bahan referensi. Semisal jika Doji muncul setelah Marubazu putih, menunjukkan pada saat dimana Doji muncul selera pembeli telah jenuh. Atau di pasar jumlah pembeli telah mulai berkurang.
Demikian pula apabila Doji muncul setelah Marubazu hitam, menunjukkan pada saat dimana Doji muncul selera penjual telah jenuh.Yang perlu dicermati adalah bahwa tanda Doji ini belumlah merupakan konfirmasi akhir bahwa pasar telah jenuh. Perhatikan beberapa saat pola baru yg muncul untuk memberikan kepastian.
4.Reversal Pattern / Pola pembalikan arah
Agar memenuhi syarat sebagai pola reversal, maka kita harus melihat arah tren sebelumnya. Sedangkan tren dapat kita tentukan melalui analisa garis tren, moving average, analisa teknis lainnya(akan kita ulas dalam artikel selanjutnya). Baik, mari kita lihat bagaimana analisa grafik candlestick ini dapat memberikan sinyal suatu pola pembalikann Hammer dan Hanging Man Pola ini terlihat dengan ciri body kecil serta garis bawah shadow yg panjang
Hammer menunjukan pola pembalikan dari sebelumnya turun ke arah naik(bullish). Sedang kebalikannya Hanging Man menunjukan pola pembalikan dari sebelumnya naik ke arah turun(bearish). Lihat gambar dibawah.
Hammer dan hanging man, dapat dimaknai bahwa pada saat itu terjadi tarik-ulur yg sama-sama kuat antara pembeli dan penjual(ketidak pastian). Apabila sinyal ini muncul, tunggu sampai beberapa pola berikutnya untuk mengkonfirmasi bahwa memang betul sinyal ini adalah sinyal pembalikan arah.Tambahan sedikit, ada jenis pola yg bentuknya merupakan kebalikan dari Hammer dan hanging man, yaitu Inverted Hammer dan Shooting star. Memiliki arti/fungsi yg kurang lebih sama. Namun memiliki tampilan dimana body kecil dan bayangan atas yg panjang. Lihat gambar dibawah ini
Rangkaian pola pembalikanya biasanya terlihat.
Bersambung.....